Tim Peneliti EHHBK FMSC 2017
Eksplorasi Hasil Hutan Bukan Kayu adalah kegiatan yang dilakukan oleh Himpunan Mahasiswa Manajemen Hutan Forest Management Student's Club (FMSC), pada tahun 2016 dilakukan di Taman Nasional Alas Purwo Banyuwangi untuk menelaah potensi Cabe Jawa
Inventarisasi Hutan Mangrove Pangandaran
Kegiatan ini dilakukan dalam rangka pelaksanaan Praktik Umum Kehutanan (PUK) Mahasiswa Fakultas Kehutanan IPB angkatan 51 tahun 2016
Para Praktikan Praktik Umum Kehutanan 2016
Mencoba sesuatu yang berbeda, walaupun dikenal dengan Mahasiswa Kehutanan, tapi coba main ke laut, ASIK juga hehe. Dalam Rangka menjalankan Praktik Umum Kehutanan 2016
Minggu, 27 Maret 2016
Dampak Alih Fungsi Lahan
Dampak Alih Fungsi Lahan Hutan
Fakta diatas menunjukkan betapa kayanya Indonesia.
Kalau melihat lebih dekat lagi dari mana kebutuhan lahan yang dapat menampung
itu semua? Dengan desakan kepadatan penduduk yang kian tahun kian meningkat
untuk areal pemukiman, dengan kebutuhan perekonomian yang menghidupi ratusan
juta rakyat Indonesia, dengan tuntutan pembangunan infrastruktur yang menjadi
ikon kemajuan suatu daerah, dengan berbagai alasan mengundang investor untuk
berinvestasi demi kemajuan daerah. Sementara kita ketahui bahwa seiring
meningkatnya kebutuhan-kebutuhan tersebut tidak diiringi dengan pertambahan
lahan untuk memenuhi kebutuhan itu semua. Lantas bagaimana cara pemenuhan
kebutuhan tersebut? Ya, cara yang paling ampuh adalah cara mengalihfungsikan
lahan. Baik mengalihkanfungsikan lahan hutan menjadi areal pertanian, mengalihfungsikan
lahan hutan menjadi areal pertambangan, mengalihfungsikan lahan hutan menjadi
areal perkebunan, dan mengalihfungsikan lahan hutan atau lahan pertanian
menjadi areal pemukiman. Dari kasus ini yang paling banyak dialihfungsikan
adalah areal hutan.
Kawasan hutan Indonesia mencapai 162 juta hektar.
Lahan hutan terluas itu ada di Papua (32,36 juta hektar luasnya). Kemudian
hutan Kalimantan (28,23 juta hektar), Sumatera (14,65 juta hektar), Sulawesi
(8,87 juta hektar), Maluku dan Maluku Utara (4,02 juta hektar), Jawa (3,09 juta
hektar), serta Bali dan Nusa Tenggara (2,7 juta hektar). Indonesia adalah
pemilik hutan hujan tropis terluas ketiga di dunia, setelah Brasil dan Kongo.
Sayangnya, menurut buku Rekor Dunia Guinness, Indonesia adalah negara yang memiliki
tingkat kehancuran hutan tercepat di antara negara-negara yang memiliki 90
persen dari sisa hutan di dunia. Menurut buku tersebut, Indonesia menghancurkan
luas hutan yang setara dengan 300 lapangan sepak bola setiap jamnya. Forest
Watch Indonesia pun mencatat kerusakan hutan di Indonesia dari tahun ke tahun
terus meningkat, sampai saat ini saja sudah mencapai 2 juta hektar per tahun.
Sebanyak 72 persen dari hutan asli Indonesia telah musnah. Akibatnya, luas
hutan Indonesia selama 50 tahun terakhir telah berkurang dari 162 juta hektar
menjadi 98 juta hektar (Sumber : Kompas.com).
Deforestasi
(penebangan hutan) menyebabkan hilangnya ekosistem di dalamnya, termasuk
spesies tumbuhan dan hewan langka. Padahal, 80 persen keanekaragaman hayati
terdapat di dalam hutan. Deforestasi juga menyebabkan berkurangnya kemampuan
menyerap emisi karbon dunia yang tentunya berimbas pada meningkatnya ancaman
pemanasan global. Deforestasi dan degradasi hutan di Indonesia menyangkut
berbagai permasalahan yang saling terkait, termasuk perampasan dan penguasaan
hutan, kebakaran hutan, peladangan berpindah, pembalakan liar, perdagangan
hasil hutan ilegal, dan kemiskinan. Pada tahun 2009, Pemerintah Indonesia
berjanji akan mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 26 persen secara mandiri
dan sebesar 41 persen dengan dukungan internasional pada tahun 2020. Pemerintah
Indonesia menegaskan kembali janji tersebut minggu ini dalam sebuah pertemuan
antara pejabat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta perwakilan dari
lembaga internasional.
Sebagaimana kita ketahui bahwa hutan berfungsi sebagai
penyeimbang fungsi ekosistem. Peranan hutan sangat penting dalam sistem
penyangga kehidupan. Hutan juga berfungsi sebagai tempat penyimpanan air yang
baik, sebagai habitat bagi flora dan fauna, mengurangi polusi pencemaran udara,
sebagai penyubur tanah, sebagai paru-paru dunia dengan menyuplai oksigen untuk
kehidupan, sebagai penahan erosi dan lain sebagainya. Ada anekdot mengatakan
bahwa forest is the mother of agriculture, artinya hutan sebagai penyeimbang
fungsi pertanian dengan menyuplai air untuk pertanian tersebut. Namun bisa
dibayangkan dengan kondisi hutan kita sekarang yang maraknya dialihfungsikan ke
bentuk lain akan menyebabkan fungsi hutan terganggu. Boleh kita lihat bencana
alam dimana-mana, seperti banjir, erosi, tanah longsor, pemanasan global yang
banyak diisukan oleh dunia internasional. Berapa banyak kerugian negara akan
kasus ini?. Itu baru kasus yang berkaitan dengan alam, belum lagi akhir-akhir
ini banyak terjadi konflik antara masyarakat dengan perusahaan-perusahaan
terkait alih fungsi lahan hutan ini. Konflik yang terjadi kebanyakan
mengorbankan masyarakat kecil, bukan hanya harta bahkan nyawa pun terkorbankan.
Alih fungsi kawasan hutan memang diperbolehkan
Undang-Undang. Hanya ada aturannya. Pasal 19 ayat (1), UU No. 41 Tahun 1999
tentang Kehutanan, menyatakan, perubahan peruntukan dan fungsi kawasan hutan
ditetapkan oleh pemerintah dengan didasarkan pada hasil penelitian terpadu.
Namun, alih fungsi hutan tentu tidak boleh dilakukan secara sembarang. Jika
alih fungsi hutan ini berdampak penting dan cakupan yang luas serta bernilai
strategis, maka harus ditetapkan oleh pemerintah dan dengan persetujuan Dewan
Perwakilan Rakyat (DPR). Yang dimaksud dengan berdampak penting dan cakupan
yang luas serta bernilai strategis ini adalah adanya perubahan yang sangat
berpengaruh terhadap kondisi biofisik seperti perubahan iklim, ekosistem, dan
gangguan tata air serta adanya dampak sosial masyarakat bagi kehidupan generasi
sekarang dan yang akan datang.
Hingga saat ini pemerintah telah memberikan solusi
akan masalah alih fungsi lahan ini, seperti menerapkan denda untuk penebangan
hutan dan hukum pidana. Ketentuan pidana yang di atur dalam Pasal 50 dan sanksi
pidananya dalam Pasal 78 UU No. 41 / 1999, merupakan salah satu dari upaya
perlindungan hutan dalam rangka mempertahankan fungsi hutan secara lestari.
Maksud dan tujuan dari pemberian sanksi pidana yang berat terhadap setiap orang
yang melanggar hukum di bidang kehutanan ini adalah agar dapat menimbulkan efek
jera bagi pelanggar hukum di bidang kehutanan (penjelasan umum paragraph ke 18
UU No. 41 / 1999). Efek jera yang dimaksud bukan hanya kepada pelaku yang telah
melakukan tindak pidana kehutanan, akan tetapi kepada orang lain yang mempunyai
kegiatan dalam bidang kehutanan menjadi
berpikir kembali untuk melakukan perbuatan melanggar hukum karena sanksi
pidananya berat. (Fathur Rahman).
Selasa, 10 Juni 2014
Kenangan Selama sekolah di SMAN 1 Bangko
CATATAN
PENGALAMAN SEWAKTU SMA
Ujian nasional selesai sudah,hasil
kelulusan pun sudah diketehui,kami angkatan 2010/2011 dinyatakan lulus semua
oleh Kemendikbud melalui kepala sekolah,ungkapan rasa syukur,haru dan tagis
bahagiapun menyertai hasil perjuangan yang telah kami perjuangkan selama 3
tahun di SMPN 1 ATAP Sungai Panji-Panji Kecamatan Kubu ( sekarang sudah menjadi
Kecamatan Kubu Babussalam).
Dengan berjumlah 26 siswa/i yang
lulus,kami semua bertekad untuk melanjutkan ketingkat pendidikan yang lebih
tinggi lagi yaitu ke jenjang SMA/SMK.dengan latar belakang keluarga yang
berbeda dan selera yang berbeda kamipun akhirnya
berpisah,ada yang memilih sekolah yang ada di kecamatan Kubu dan Kubu
Babussalam,ada yang memilih untuk melanjutkan ke daerah Sumatra Utara sana,ada
yang memilih di sekolah di Bagansiapiapi,Balam dll.
Setelah mempertimbangkan berbagai
keputusan dan arahan dari orang tua,keluarga,sanak saudara dan teman teman
akhirnya saya memutuskan untuk melanjutkan sekolah di SMAN 1 Bangko
Bagansiapiapi.Alasan saya ingin sekolah disana karena anjuran orang tua saya
dan selain itu sekolah SMAN 1 bangko katanya adalah sekolah favorit di
Bagansiapiapi,rasa penasaran akan sekolah itu semakin dalam apalagi saya belum
pernah sama sekali melihat dan mengenal keadan sekolah itu. Atas dasar itu saya
pun berangan angan seandainya saya tidak diterima disekolah itu maka saya akan
melanjutkan ke Madrasah Aliyah Rantau Panjang Kiri Kecamatan Kubu Babussalam
untuk menimba ilmu agama.
Penerimaan murid baru di SMAN 1 Bangko
sudah dimulai,selang beberapa hari dari itu,kakak saya Rida Laila mendaftarkan saya kesekolah itu dengan membawa
persyaratan yang dibutuhkan dan saya tidak ikut pada waktu itu. Pendaftaran sudah selesai dan menunggu hasilnya beberapa
hari kemudian,menjelang pengumuman hasil pendaftaran tersebut,saya pun
mempersiapkan mental dan diri untuk berpisah dengan orang tua dan keluarga.
Saya menyadari ini adalah pengalaman pertama untuk merantau kenegeri orang,saya
tidak mengenal sekolah tersebut,saya tidak mengenal Bagansiapiapi,pergi
kesanapun hanya beberapa kali. Dengan rasa bimbang saya memtuskan harus siap.
Hari yang ditunggu tunggu telah
tiba, hari itu adalah hari pengumuman diterima atau tidaknya siswa/i yang
mendaftar di sekolah itu. Dari kubu saya bersama abang sepupu namanya Muammar pergi ke Bagansiapiapi
menggunakan sepeda motor untuk melihat hasil pengumuman itu. Setelah sampai
disana,kami langsung menuju ke SMAN 1 Bangko,dalam hati saya berkata,,(wwaahh
sungguh megah sekolah ini,dengan gedung depannya berlantai 3 dan memakai
kubah,tak sia sia kalu bisa masuk kesini) maklum baru pernah lihat
sekolahnya,hehehe,,,kamipun sibuk mencari nama saya di daftar nama pengumuman
itu,setelah sekian lama mencari dan tidak ketemu timbullah rasa curiga bahwa saya tidak
diterima disekolah itu,rasa kecewa mulai datang ( dalam hati bersyukur,,yess
akhirnya ngak pisah dengan orang tua = D ),namun nasib berkata lain,setelah
dicek lagi nama saya ada di daftar pengumuman yang ada di bagian belakang halaman
sekolah dan dinyatakan diterima,,,jjjrreeenggggg perjuangan dimmmulaiiii,,,,dengan membaca
ketentuan syarat daftar ulang hatipun semakin kacau balau,mulai hari itu dan
hari hari berikutnya Proses MOS ( masa orientasi siswa.red ) dan proses pemblajaran
dimulai,,,
Saya beranggapan dengan melihat
pengumuman itu saya masih punya kesempatan untuk pulang ke Kubu ( sekarang Kubu
Babussalam ) untuk membawa perlengkapan sekolah dan perlengkapan lainnya serta
berpamitan dengan keluarga dan teman teman. Namun anggapan saya
percuma,anggapan saya ditepis oleh jadwal yang padat untuk kegiatan MOS. Sejak
awal berangkat dari Kubu saya hanya membawa baju di badan dan berkas
persyaratan pendaftaran, saya tidak ada membawa peralatan lainnya…
Setelah mendengar arahan dari abang
sepupu “Hur,elok usah balik kau lai,tanggung betuul kau nak balik,bialah aku
suang balik ke Kubu,isuk bia dikiim perlengkapan sekolah kau” dengan rasa ingin
menangis,perasaan hati bimbang,perlengkapan
untuk disini belum ada,pamit sama orang tua dan teman teman belum
juga,,aaaaaa kejadian yang tidak disangka sangka.
Pendek ceritanya saya pun menginap
dirumah Kakak sepupu saya namanya Nurjannah,kakak
sepupu saya ini sudah berkeluarga nama suaminya Heri Sutrisno mereka tinggal di jalan bawal Bagansiapiapi, setelah
6 bulan disana mereka pindah dijalan Madarasah Gg Cahaya. Mereka sangat berjasa
dalam masa masa pendidikan saya karena selama sekolah disana saya tinggal
bersama mereka selain itu dalam urusan urusan sekolah mereka sangat banyak
membantu,termasuk untuk memasukkan saya di sekolah itu. Terima kasih Kak,Mas
atas kebaikannya,,
Masa
MOS dimulai,saya menyadari saya tidak mengenal seorang pun disekolah itu,teman
tak punya,saya kelihatan seperti orang bodoh yang memberanikan diri (
sebenarnya saya orangnya pandai,hahaha ). Proses adaptasi dimulai,saya duduk
sendirian di pot bunga yang ada di tepi halaman sekolah sambil kebingungan.
Terlintas dipikiranku untuk pulang ke Kubu,rasanya sudah tak tahan lagi,apalagi
proses penyusuaian itu butuh proses lama,,,,setelah duduk sekian lama di pot
bunga tersebut,akhirnya nama saya dipanggil untuk pembagian lokal MOS,,disana
saya mulai memperkenalkan diri kepada yang lainnya dengan menyalaminya satu
persatu orang yang ada disana,” kenalkan saya Fathur Rahman”.diproses MOS saya
bertemu dengan teman yang sangat akrab sampai sekarang,namanya Anggi Pratama.
Setelah
proses MOS berakhir dilanjutkan dengan TKD ( Tes Kemampuan Dasar.red ) sebagai
kriteria masuk kesekolah itu dan hasilnya saya tidak lulus di mata pelajaran
Bahasa Indonesia dan akhirnya saya dituntut untuk mengikuti les selama 3 bulan
disekolah itu,dan dites kembali Alhamdulillah saya lulus.
Tahap
pembagian kelas pun dimulai,saya menduduki kelas X.8 ( wali kelasnya Ibu YENI
DESVITA.S.Si,M.Pd ). Setahun berikutnya saya naik kekelas XI IPA 3 ( wali
kelasnya Ibu LENI NELINAWATI S.Pd ) dan setahun berikutnya lagi saya naik kekelas XII
IPA 3 ( wali kelasnya Ibu Afrida Afdalnahri S.Pd )
Dikelas
X.8 proses pengenalan kepada guru guru dan teman teman semakin berkembang
pesat,dan saya mempunyai inisiatif untuk mengikuti berbagai macam
Ekstarkulikuler hal ini saya lakukan untuk menambah pengetahuan dan mengoleksi
banyak teman,saya berprinsip harus mencari banyak teman,apalagi kita jauh dari
kelurga,jadi teman sangat membantu untuk menyelesaikan persoalan yang ada.
Dengan memiliki sifat itu,akhirnya Saya terpilih menjadi ketua kelas selama
setengah semester menggantikan Tri Mukhti Puja kesuma,,hehehe. Kelas X.8 wali
kelas kami adalah Ibu YENI DESVITA.S.Si,M.Pd guru mata pelajaran Biologi,Bahasa
Inggris dan Geografi
Oke,,saya
lanjutkan ceritanya lagi,,setahun bersama dikelas X.8 akhirnya kebersamaan itu
dipisahkan oleh waktu yang tanpa pandang bulu memberikan jatah waktunya kepada
manusia. Kami pun berpencar mencari jatah masing masing kursi berdasarkan
criteria nilai yang diproleh selama kelas X serta bakat dan minat untuk
menduduki kursi dari XI IPA 1 – XI IPA 4 dan XI IPS 1 – XI IPS 5. Dan akhirnya Saya
menduduki kelas XII IPA 3.
Ada
rasa aneh dikelas itu,proses adaptasi
dengan lingkungan juga masih dibutuhkan disini,biasanya setiap belajar
pagi,sayai melihat muka teman teman yang sudah biasa di lihat, tapi kali ini
pemandangan itu berubah bagaikan pemandangan disore hari yang hilang ditelan
oleh kegelapan malam. Suasana di dalam kelas berubah,masing masing orang hanya
berkumpul dengan teman sekelas diwaktu kelas X nya. Melihat keadaan itu saya pun tak mau kalah dengan
teman yang lain,saya langsung mencari teman sekalas saya diwaktu kelas X,kalau
tak salah ada 6 orang kami berasal dari X.8 hahahaha,,,seperti kompetisi aja.
Setelah
wali kelas masuk kekelas,saya juga merasa aneh,karena guru ini juga tidak saya
kenal karena tidak ada mengajar sewaktu kelas X lalu,tetapi saya hanya mengenal
mukanya,bahwa guru ini adalah guru SMAN 1 Bangko. Ternyata guru itu bernama Ibu
Leni Nelinawati S.Pd yang mengajar
mata pelajaran Biologi,selain tegas ibu itu juga terkenal dengan disiplinnya
yang tinggi,memang saya akui guru yang paling disiplin adalah guru Biologi,hal
itu saya kenal mulai dari kelas X – XII.
Hari
demi hari berlanjut,suasana keakraban mulai terlihat dan saling mengenal antara
satu sama yang lain,kelihatanya sudah tidak ada kelompok kelompok yang
meresahkan pemandangan kelas. Dikelas XI IPA 3 jumlah cowok awalnya berjumlah 9
orang,lama kelamaan jumlah itu berkurang perlahan lahan dan akhirnya menjadi 7
orang dan sisanya adalah cewek semua dari 33 orang. Nama nama cowoknya adalah (
Fathur Rahman,M.fiqron Nasywan,Agung Torto Nadi,Bakhtia Rokanda,Kurnia
Ramadhan,Juwanda Hasbi dan Ridho Mulyo ) untuk yang ceweknya mohon maaf tidak
bisa disebutkan satu persatu.
Banyak
pengalaman yang rasakan dikelas itu,yang paling berkesan adalah saat ada event
pertandingan PBB ( persatuan baris berbaris ) dan acara English Day.
Diacara tersebut rasa kekeluargaan
sangat terlihat dengan kekompakan untuk menyukseskan acara tersebut. Semua ide
yang ada dibenak kami,kami ajukan semua untuk mementapkan Persiapan acara
tersebut. Tidak terduga acara itu secara bersamaan kami laksanakan dengan
ketentuan pagi harinya kami melaksanakan English Day dan sore harinya kami mengikuti
pertandingan PBB yang diadakan oleh Passus LMP. Alhamdulillah dengan persiapan
yang mantap kedua acara tersebut dapat dilaksanakan dengan hasil yang sangat
memuaskan, English Day berlangsung sukses dan pertandingan PBB kami menduduki
Juara 3 se SMAN 1 Bangko.
English Day kelas XI IPA3
Pertandingan PBB Kelas XI
Lagi
lagi masalah waktu,waktu terasa lebih cepat mengakhiri kebersamaan dikelas XI
IPA 3. Memang itulah tugas waktu yang mempertemukan dan memisahkan,,Tak terasa
kamipun sampai di ujung masa masa SMA yaitu sampai dikelas XII IPA 3,tapi
tenang,,jangan panik,,,proses adaptasi tidak dibutuhkan lagi,karena memang
sudah peraturannya kalau sudah memilih jurusan maka selanjutnya akan tetap
dijurusan itu,artinya tidak dipisahkan lagi dengan teman satu lokal.
Memang
benar kata kakak kakak kelas terdahulu,masa sulit di SMA ada dikelas XII dan
masa yang menyenangkan itu ada dikelas X dan kelas XI. Dikelas XII tugas sangat
banyak,mulai dari tugas individu sampai tugas kelompok,seakan kepala ini mau
pecah akibat kebanyakan memikirkan tugas,tugas dan tugas belum lagi proses
belajar sampai sore hari karena untuk mempersiapkan Ujian Nasional.
Dan
kami sangat beruntung memiliki guru guru yang sangat peduli kepada kami
sehingga dalam pengerjaan tugas tersebut dapat berjalan dengan lancar,terlebih
lagi kami mendapatkan wali kelas yang sangat cantik dan baik hati yaitu Ibu
Afrida Afdalnahri S.Pd yang mengajar bidang studi Bahasa Indonesia,seluruh
perhatiannya ia tumpahkan kepada kami yang sedang dilanda kegalauan menghadapi
Ujian Nasional. Adanya perhatian tersebut seakan menjadi angin segar kepada
kami untuk tetap bersemangat menghadapi
ujian nasional dengan cara memberikan motivasi dan kedekatan kepada murid
muridnya. Terima kasih Bapak dan Ibu guruku atas jasamu….
Keakraban Wali Kelas bersama kami
Meskipun
kegiatan belajar terbilang padat namun kami masih sempat melaksanakan English
Day yang memang pada saat itu adalah jadwal kelas XII IPA 3 untuk
melaksanakannya. Dengan mempersiapkan diri sematang mungkin dan semangat yang
berapiapi kami rela sampai larut malam memikirkan ide ide cemerlang untuk acara
ini,tak peduli hari mau hujan,perut lapar dan sebagainya kami terus mempersiapkan
diri dengan bimbingan Ibu Afrida Afdalnahri S.Pd. kami tau ini adalah
penampilan kami yang terakhir disekolah ini, oleh karena itu kami ingin
memberikan penampilan terbaik kami yang berkesan untuk adik adik kelas dan para
Bapak Ibu guru. Namun sayang dengan tidak menyalahkan takdir kami harus rela
terhenti pada pertengahan acara karena ada kendala yang tak terduga yaitu
laptop operator tiba tiba rusak,,suasana hiruk pikuk dari teman kelas lain dan
adik kelas terus menggesa kami untuk menentaskan pertunjukan itu,memang banyak
yang menilai acara kami itu memang sangat bagus,,,tapi apalah daya,pertunjukan
itu harus terhenti sampai disitu, rasa sedih dan kecewa menyelimuti hati kami
bahkan ada yang mencucurkan air mata,saling berpelukan diantara teman teman cewek.,rasa
ini tak habis fikir dengan pengorbanan yang panjang ternyata harus terhenti
dengan laptop yang rusak,,,ingin rasa menangis melihat suasana itu tetapi
dengan kesabaran dan ketabahan kami hal itu dapat juga berlalu dan menjadi
kenangan yang indah untuk diingat.
Acara English Day
Tak
menyerah sampai disitu,pada acara ulang tahun emas SMAN 1 Bangko yang ke 50,
kelas kami diajak oleh wali kelas untuk mengisi acara Drama Kabaret sejarah
SMAN 1 Bangko yang rayakan setiap setahun sekali itu,dengan dibantu dengan
beberapa teman kelas yang lainnya. Persiapan juga dilakukan dengan matang
bahkan untuk mempersiapkan itu semua kami rela tidur jam 5 subuh,,,tetapi pada
akhirnya juga tidak berjalan dengan baik,pertunjukan kami baru bisa dimulai
setelah orang sudah hampir bubar semua dikerenakan hujan lebat. Namun itulah
nasib kelas kami yang hampir selalu gagal,mudah mudahan menjadi pembelajaran
yang bermakna dikemudian hari.
Ditengah
tengah kesibukan untuk mempersiapkan segala sesuatu menghadapi ujian nasional
dengan tiba tiba “sudden death” rasa ini menyukai tingkah laku seseorang yang
ada dikelas itu,awalnya tidak memiliki rasa apa apa,tetapi setelah berkenalan
dekat dengannya rasa ini makin bergelora,,tambahan semangat itu datang
lagi,dengan melihatnya dari kejauhan seakan membakar rasa malas yang ada di
tubuh ini,sungguh indahnya masa masa itu,,,,,,
Ujian
Nasional semakin dekat berbagai persiapan telah dilakukan mulai dari
trobosan,belajar malam,menghompak batu balak 6 di warung heci hahahaha,,semuanya
telah dilakukan dan pada akhirnya waktu itu pun tiba tanpa bisa dielakkan lagi
dan Alhamdulillah puji syukur kepada Allah kami siswa/siswi SMAN 1 Bangko tahun
ajaran 2013/2014 lulus 100%. Hal ini tidak terlepas dari bimbingan Bapak / Ibu
guru dan kepala sekolah dalam mendidik kami semua,,terima kasih Bapak/Ibu
guru,sungguh mulia tugas kalian….
Selama
menempuh masa pendidikan di SMAN 1 Bangko khususnya kelas X dan XI saya aktif
berorganisasi diantara Organisasi yang pernah saya ikuti adalah PASSUS LMP ( pasukan Khusus Laskar
merah Putih ) yang dilatih oleh Kakak
Endos Sosavira dan Kakak Maisyarah
Nasroen,selain itu saya juga aktif di PMR
WIRA di Organisasi ini saya terpilih menjadi ketuanya tahun pelajaran
2012/2013 dibawah pembinaan Ibu Rita
Oktora S.Ag dan Bapak Luhut Parlindungan
S.Pd,saya juga mengikuti kegiatan
Pramuka DKR Bangko,PIK R dan RESAPHAN ( Remaja Sehat Peduli HIV/AIDS dan Anti Narkoba ) dibawah
naungan KPA dan BNK kabupaten Rokan Hilir.
Dengan
diketahuinya hasil kelulusan itu maka berakhirlah masa pendidikan saya selama
di SMAN 1 Bangko dan berakhir juga tinggal berasama Kak Iyun dan Bang Heri
serta Kak Ijum yang selalu mensupport saya untuk melakukan hal yang baik.
Ucapan beribu ribu terima kasih kepada mereka yang berperan dalam masa pendidikan
saya terlebih lagi kepada orang tua dan keluarga,,,terima kasih semuanya jasa
kalian akan aku ingat selalu…….Aku akan merindukan masa masa indah bersama
kalian teman teman,,canda tawa,suka duka,menyontek bersama,PR selalu tak
siap,kekantin saat jam pelajaran dan masih banyak lagi hal hal yang indah yang
kita ukir bersama,,,,,,TAMAT
Kubu Babussalam 10 Juni 2014
FATHUR RAHMAN.
Posted in: SekolahRabu, 02 April 2014
Laporan Praktikum Kimia " FERMENTASI ALKOHOL "
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL .................................
KATA PENGANTAR ................................
DAFTAR ISI ..............................................
BAB I PENDAHULUAN .........................
1.1 Latar Belakang Penelitian ..................
1.2 Rumusan Masalah
..............................
1.3 Tujuan Penelitian
...............................
BAB II KAJIAN PUSTAKA
...................
2.1 Fermentasi
..........................................
2.2 Singkong
.................................
BAB III METODE PENELITIAN ......
3.1 Waktu dan tempat
............................
3.2 Alat dan Bahan
................................
3.3 Cara Kerja Penelitian
.......................
3.4 Tabel hasil pengamatan
....................
3.5 Dokumentasi
....................................
BAB IV MATERI ..................................
4.1 Pembahasan
.....................................
BAB V PENUTUP .................................
5.1 Simpulan
..........................................
5.2 Saran
................................................
Daftar Pustaka .......................................
Lampiran ................................................
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa atas berkat
rahmat-NYA, sehingga laporan kegiatan praktikum mengenai
Pembuatan alcohol melalui proses fermentasi ini dapat terselesaikan. Laporan
ini disusun berdasarkan kerja keras kami yang ditempuh selama 3 hari dengan
bimbingan yang diberikan.
Terselesaikannya laporan ini bukan karena usaha kami sendiri, semua tidak
terlepas dari uluran tangan yang diberikan oleh berbagai pihak baik secara
langsung maupun tidak langsung. Yang telah membantu kami, mulai dari kegitan
praktek sampai dengan penyusunan laporan oleh karena itu pada kesempatan ini
dengan rendah hati kami menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak-pihak yang
terkait.
kami menyadari amatlah terbatas pengetahuan dan
kemampuan yang kami miliki untuk menciptakan karya tanpa cela. Tentulah masih
jauh dari kata sempurna. Oleh karna itu segala kritik dan saran yang bersifat
membangun dari semua pihak sangat kami harapkan, hargai dan akan diterima
dengan kerendahan hati, agar menjadi koreksi pada kami, sehingga kelak kami mampu
menghasilkan sebuah karya yang jauh lebih baik dan penulis berharap semoga
laporan kegiatan praktikum Pembuatan alcohol melalui proses fermentasi ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.
Hormat
kami
kelompok
3
Bab 1
Pendahuluan
1.1
Latar
belakang
Pada
bab bioteknologi yang berarti pemanfaatan prinsip-prinsip ilmiah yang
menggunakan mahluk hidup untuk menghasilkan produk dan jasa untuk kepentingan
manusia. Bioteknologi dapat dibagi menjadi 2 macam yaitu, bioteknologi
konvensional (tradisional) dan bioteknologi modern. Pada bioteknologi
konvensional produk makanan yang bisa dibuat misalnya berupa, tape, tempe,
oncom, dan kecap. Kami akan membuat salah satu produk bioteknologi
konvensional.
Disini
kami akan mencoba untuk membuat tape singkong. Alasan kami membuat tape
singkong untuk praktikum bioteknologi konvensional. Karena Bahan dasar nya
mudah dicari (singkong dan ragi). Proses pembuatanya juga tidak memakan waktu
yang lama. Selain itu, tape juga dapat dikonsumsi secara langsung.
1.2
Rumusan masalah
Berdasarkan
latar belakang di atas dapat dirumuskan masalah sebagai berikut :
·
Bagaimana proses pembuatan tape
singkong ?
·
Bagaimana proses fermentasi tape
singkong
1.3
Tujuan praktikum
Tujuan
kami melaksanakan praktikum ini agar dapat mengetahui proses
pembuatan dan proses fermentasi pada
tape singkong
Bab 2
Kajian Pustaka
2.1
Fermentasi
Fermentasi adalah proses produksi energi dalam sel dalam
keadaan
anaerobik
(tanpa oksigen). Secara umum, fermentasi adalah salah satu bentuk respirasi
anaerobik, akan tetapi, terdapat definisi yang lebih jelas yang mendefinisikan
fermentasi sebagai respirasi dalam lingkungan anaerobik dengan tanpa akseptor
elektron eksternal.
Gula adalah bahan yang umum dalam
fermentasi. Beberapa contoh hasil fermentasi adalah etanol, asam laktat, dan
hidrogen. Akan tetapi beberapa komponen lain dapat juga dihasilkan dari
fermentasi seperti asam butirat dan aseton. Ragi dikenal sebagai bahan yang
umum digunakan dalam fermentasi untuk menghasilkan etanol dalam bir, anggur dan
minuman beralkohol lainnya. Respirasi anaerobik dalam otot mamalia selama kerja
yang keras (yang tidak memiliki akseptor elektron eksternal), dapat
dikategorikan sebagai bentuk fermentasi.
2.2
Singkong
Singkong (Manihot utilisima), merupakan tanaman yang dapat
digunakan sebagai bahan makanan alternatif. Kandungan karbohidrat umbi singkong
sangat tinggi, yaitu sekitar 34-38 persen, dan mengandung energi 146-157 kkal
per 100 gram. Selain kandungan karbohidratnya yang tinggi, singkong mudah
tumbuh di wilayah Indonesia dan hanya membutuhkan tanah yang gembur agar
hasilnya dapat baik. Singkong dapat dipanen 6-24 bulan setelah ditanam. Oleh
karena itu, singkong merupakan sumber energi yang cukup murah
Bab 3
Metodologi
Penelitian
3.1
Waktu dan tempat praktikum
Waktu
: Rabu,26 Maret 2014
Tempat
praktikum : Rumah Mardia
Halsedira
3.2
Alat dan bahan
Alat
:
· Panci
· Pisau
· Kompor
· Daun Pisang
· Penyaring teh
· Talam
· Baskom
Bahan :
· Singkong 1 Kg
· Ragi 1 Keping
· Air
· Cabe
3.3
Cara kerja
Ø Bersihkan kulit ubi,kemudian dikikis hingga kulit arinya
hilang
Ø Potong ubi yang sudah dibersihkan tadi sesuai dengan
ukuran,kemudian dibelah
Ø Cuci ubi tersebut hingga bersih
Ø Rebus ubi sampai tidak terlalu matang atau idak terlalu
lunak
Ø Lalu ubi tersebut diangkat dan didinginkan sampai benar
benar dingin dalam talam luas yang
dilapisi daun pisang
Ø Haluskan ragi dengan cara ditumbuk
dalam kondisi ragi masih dalam terbungkus
Ø Jika yakin ubi sudah benar benar
kering,taburkan ragi diatas ubi dengan menggunakan penyaring teh
Ø Aduk ubi hingga raginya merata
Ø Masukkan ubi kedalam baskom yang
sudah dilapisi daun pisang ,tata rapi ubi tersebut
Ø Jika sudah selesai letakkan cabe
diatas susuna ubi tersebut
Ø Tutup baskom menggunakan daun pisang
kemudian bungkus dengan kain,pastikan benaar benar tertutup rapat
Ø Biarkan 2 malam
3.4
Tabel Hasil Pengamatan
|
Sebelum diberi ragi
|
Sesudah di beri ragi
|
|||
|
Hari ke-1
|
Hari ke-2
|
Hari ke-3
|
||
|
Kematangan
|
-
|
-
|
Agak matang
|
Matang
|
|
Rasa
|
-
|
-
|
Sedikit manis
|
Manis
|
|
Aroma
|
-
|
-
|
Belum tercium
|
Menyengat dan berbau alkohol
|
|
Warna
|
Putih
|
Putih
|
Putih
|
Putih agak kusam
|
|
Kadar air
|
-
|
-
|
Sedikit
|
Banyak
|
|
Tekstur
|
Agak keras
|
Agak keras
|
Sedikit lembek
|
Lembek
|
Bab 4
Materi
4.1 Pembahasan
Pembuatan tape memerlukan kecermatan
dan kebersihan yang tinggi agar singkong dapat menjadi lunak karena proses
fermentasi yang berlangsung dengan baik. Ragi adalah bibit jamur yang digunakan
untuk membuat tape. Agar pembuatan tape berhasil dengan baik alat-alat dan
bahan-bahan yang digunakan harus bersih, terutama dari lemak atau minyak .
Alat-alat yang berminyak jika dipakai untuk mengolah bahan tape
bisa menyebabkan kegagalan fermentasi. Air yang digunakan juga harus bersih.
Perubahan biokimia yang penting pada fermentasi tape adalah hidrolisis pati
menjadi glukosa dan maltosa yang akan memberikan rasa manis serta perubahan
gula menjadi alkohol dan asam organik. Reaksi dalam fermentasi berbeda - beda
tergantung pada jenis gula yang digunakan dan produk yang dihasilkan. Secara
singkat, glukosa (C6H12O6) yang merupakan gula paling sederhana, melalui
fermentasi akan menghasilkan etanol (2C2H5O H). Reaksi fermentasi ini dilakukan
oleh ragi, dan digunakan pada produksi makanan. Berikut persamaan reaksi kimia
nya :
C6H12O6 → 2C2H5OH + 2CO2+ 2ATP
Bab 5
Penutup
5.1 Kesimpulan
Pembuatan tape termasuk dalam bioteknologi konvensional (tradisional) karena
masih menggunakan cara-cara yang terbatas. Pada proses pembuatan tape,
jamur ragi akan memakan glukosa yang ada di dalam singkong sebagai makanan
untuk pertumbuhannya, sehingga singkong akan menjadi lunak, jamur tersebut akan
merubah glukosa menjadi alkohol. Dalam pembuatan tape, ragi
(Saccharomyces cereviceae) mengeluarkan enzim yang dapat memecah karbohidrat
pada singkong menjadi gula yang lebih sederhana. Oleh karena itu, tape terasa
manis apabila sudah matang walaupun tanpa diberi gula sebelumnya. Kegagalan
dalam pembuatan tape biasanya dikarenakan enzim pada ragi Saccharomyces
cereviceae tidak pecah apabila terdapat udara yang mengganggu proses
pemecahan enzim tersebut.
5.2 Saran
Terdapat beberapa saran yang ingin
kami sampaikan disini. Pertama, sebaiknya di praktikum selanjutnya dapat
ditentukan perbandingan antara singkong dan ragi. Kedua, hendaknya pada
praktikum selanjutnya dapat lebih memperhatikan prosesnya. Serta penjelasan
yang lebih detail mengenai praktikum selanjutnya. Terima kasih
DAFTAR PUSTAKA
Astuty, E. D. 1991. Fermentasi
Etanol Kulit Buah Pisang. UGM. Yogyakarta.
Buckle, K.A, 1985, Ilmu pangan,
UI Pres, Jakarta.
Fardiaz, Winarmo, 1984. Biofermentasi
dan Biosintesa Protein, Angkasa, Bandung.
Fardiaz. 1992. Mikrobiologi Pangan.
Gramedia Pustaka Utam. Jakarta
Rizani, K. Z. 2000. Pengaruh
Konsentrasi Gula Reduksi dan Inokulum (Saccharomyces cerevisiae) pada Proses
Fermentasi Sari Kulit Nanas (Ananas comosus L. Merr) untuk Produksi Etanol.
Skripsi. Jurusan Biologi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.
Universitas Brawijaya. Malang.
Sasmitamihardja, Dardjat. 1996. Fisiologi
Tumbuhan. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan
Kebudayaan. Bandung.
Soedirokoesoemo, Wibisono. 1993. Materi
Pokok Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Jakarta.
Posted in: SMA
Maret 27, 2016




